Just another free Blogger theme

Selasa, 29 September 2026

Entah mengapa, pertanyaan ini muncul seketika. Muncul disaat, kita, bangsa Indonesia, hendak merayakan Hari Besar Nasional, yang bernama Hari Kesaktian Pancasila. Menjelang perayaan itu, serta merta muncul pertanyaan, apa relevansi perayaan ini, bagi kita hari ini, dan saat ini ?


Sewaktu masih belajar di pendidikan dasar, dulu, semasa jadul, perayaan hari kesaktian Pancasila itu, memiliki konteks. Konteksnya jelas dan tegas. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, benar-benar bisa dibedakan dengan Hari Lahir Pancasila, 1 juni.

Mengapa ? Inilah persoalannya.

Sekali lagi, sewaktu di masa orde baru, bangsa Indonesia merayakan Hari Kesaktian Pancasila, sebagai puncak kesadaran terhadap penderitaan bangsa itu sendiri. Sehari sebelumnya, seluruh komponen bangsa Indonesia, diingatkan, terhadap peristiwa kelam di masa lalu, yaitu upaya kudeta terhadap Pemerintah yang sah, oleh PKI (Partai Komunis Indonesia).

Di masa itu, Orde Baru namanya, kita mendapat penjelasan, bahwa menurut catatan sejarah, PKI melakukan gerakan politik di akhir September 65. Tujuannya adalah merebut kekuasaan dan mengganti orientasi pemerintahan, menjadi berhaluan Komunikasi. Singkat kisahnya, terjadilah korban politik yang mengenaskan, yakni meninggalnya 7 Jenderal Angkatan Darat, putra terbaik Indonesia saat itu. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dan ada di lubang-kejahatan kemanusiaan yang luar biasa, yang dikenal saat itu, dengan nama Lubang Buaya !

Bagi kita yang masih sekolah dasar, dan hidup di era orde baru, kisah itu, sangat membekas, dan kisahnya sangat mudah diingat. Untuk mengenang penderitaan pahlawan revolusi itu, dan karena bangsa Indonesia mampu menunjukkan kesungguhanny untuk mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara, maka pada hari ini, diperingai Hari Kesaktian Pancasila.

Itulah penggalan pendek, yang sederhana, atau malah disederhanakan.

Lantas, bagaimana dengan kondisi hari ini ? akankah, upaya peringatan hari kesaktian Pancasila ini memiliki relevansi yang kuat dengan upaya membangun masa depan Indonesia ? rasa-rasanya, tidak mudah untuk menjawab soal serupa ini. Tersebab, satu diantara kita saja, sudah mulai berbeda pendapat dengan latar belakang lahirnya Hari Kesaktian Pancasila ini.

Sekali lagi, dulu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila, sebagai pengenangan sejarah kelam di akhir september. Sekarang, sejarah akhir Septembernya, secara perlahan dilupakan banyak pihak, dan bahkan ada elit yang mencoba untuk menetralisir atau merekonstuksi kebenaran sejarah tersebut. Artinya, bila pemaknaan sejarah yang terjadi di akhir september itu berubah, maka akankah, perayaan Hari Kesaktian Pancasila masih relevan ?

Entahlah, dulu, mengartikan Kesaktian Pancasila itu, karena rakyat dan/atau bangsa Indonesia memiliki kemampuan mempertahankan orientasi ideologis kehidupannya untuk tetapi mengacu pada nilai-nilai Pancasila. 

Lha, bila hari ini, orientasi kehidupan kita, sudah jauh dari nilai-nilai itu, atau Nilai-Nilai Pancasila, sudah tidak mampu bertahan dihadapan serangan ideologi Komunis, Kapitalis atau Liberalis, maka akankah kita sanggup mengatakan bahw Pancasila masih sakti ? 


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar