Just another free Blogger theme

Rabu, 30 September 2026

Pertanyaan ini, layak untuk disampaikan. Setidaknya, terkait dengan kita, hari ini, di sini, dan di zaman ini. Setidaknya, menurut sebagian persepsi orang, ada indikasi, atau ada trend, yang terjadi itu, bukan kesaktian pancasila. Melainkan Pelemahan Kesaktian Pancasila.

Mengapa demikian ? 


Setiap orang, diantara kita, tentu bisa melakukan refleksi langsung terkait dengan sejumlah hal yang ada di sekitar kita. Apapun. Di level manapun. Mulai dari puncak kekuasaan, sampai pada dasar-terhina sekalipun. Tanyakan kepada diri kita, atau tanyakan kepada mereka, adakah nilai-nilai kesaktian Pancasial hadir dalam diri dan kehidupannya ?

Kita tidak boleh tersinggung atau sakit hati. Bila dalam membincangkan masalah ini, cenderung mengusik pikiran, perasaan dan juga kepentingan diri kita. Justru, dengan melihat dan atau menemuka gejala serupa itulah, maka pelemahan Kesaktian Pancasila, memang sedang benar-benar terjadi dalam kehidupan kita hari ini.

Ah, tidak usah banyak  basa-basi. Rumusan Ideologi Pancasila, andai kita setuju dengan sebutan ini, nyata sudah bahwa Pancasila adalah rumusan yang sederhana, namun memiliki makna yang luas dan mendalam. Ideologi ini, tidak banyak basa basi. SIngkat, sederhana, konkrit namun memiliki keluasan makna, yang tidak akan habis diulas.

Meminjam kosa kata balaghah dalam bahasa Arab, rumusan nilai dalam Pancasila itu, berbentuk 'ijaz, yakni qillatul lafhzi , wa katsratul maknawi. Pendek kata,namun padat  makna. namun, nasib hari ini, nilai-nilai Pancasila itu, malah mengalami pelemahan.

Tentu saja. Banyak pihak yang tidak akan sepakat, dan pelaku tidak akan menunjukkan kesediaan untuk mengakuinya. Setidaknya, karena konsep pelemahan, menunjukkan sikap kesengajaan, dengan usaha yang sistematis dan berkelanjutan dengan maksud dan tujuan melemahkan kesaktian Pancasila. Karena itu, bisa jadi, yang dianggap ada dan terjadi itu, adalah fenomena melemahnya Kesaktian Pancasila, dan bukan pelemahan Kesaktian Pancasila.

Hanya saja, bila dicermati dengan seksama, fenonena yang terjadi itu, bukan melemahnya kesaktian Pancasila, tetapi memang cenderung Pelemahan Kesaktian Pancasila. Artinya, terindikasi kuat, ada upaya sistematis untuk melemahkan kesaktian Pancasila, dalam hidup dan  kehidupan bangsa Indonesia.

Apa indikasinya ?

Wah, kalau sudah ngomongin indikasi, maka kita siap-siap memasuki ruang perdebatan panjang, dan mungkin tak berkesudahan. Bila hal ini, memang benar-benar hendak dibicarakan.  Raganm sudut pandang, antara pengakuan dan kritisi, akan bermunculan dengan seksama, dalam memahami persoalan ini. 

Namun, sekali lagi, bila kita tidak mau melakukan perdebatan pancang mengenai nilai Kesaktian Pancasila, dan malah abai untuk membincangkannya, atau malah menghindari perdebatannya, maka jelas sudah bahwa hal itu menunjukkan ada upaya tidak sadar, yang mendukung pada pelemahan kesaktian Pancasila.

Artinya, bila elit politik kita, sudah kehilangan waktu untuk melakukan refleksi terkait aktualisasi nilai-nilai Pancasila, maka hal itu menunjukkan dasar negara Indonesia, sudah lepas dari kerangka pemikiran sang elit tersebut. Logika sangat sederhana, kalau tidak ada perhatian, dan tidak ada waktu untuk merenungkannya, maka hal itu menunjukkan nilai dasar negara ini, sudah lepas dari nalar kehidupannya.

Andaipun ada sesekali menggunakan istilah atau jargon kepancasilaan, mungkin itu, sekedar sebagai permainan lisan dan retorika belaka. Kata yang terungkap, kehilangan makna yang faktualnya. 

Sekali lagi, bila hal itu terjadi, maka secara tidak sadar, kita sedang menjadi bagian penting dari proses terjadinya pelemahan kesaktian Pancasila. Lisan dan pikirankita, lebih doyan menggunakan perspektif dan ideologis Kapitalisme atau sosialisme, dibanding Pancasila itu sendiri !!!


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar