Apa yang lebih penting dari mendengar kritik ?
Mendengar kritik itu bagus, tetapi yang lebih penting dari itu, adalah menyimak kritikan. Keterampilan yang terakhir ini, yakni menyimak kritikan, tidak bisa dilakukan sepintasan, dan tidak bisa dilakukan tanpa latihan. Seseorang yang tidak memiliki jam terbang menyimak kritikan, cenderung merespon sebuah kritikan dengan pendekatan reaktif, dan hal itu, dan sikap itu cenderung subjektif, bahkan, tidak memberikan dampak yang berarti bagi dirinya.
Dalam kehidupan di dunia ini, kita akan dihadapkan dengan banyak orang, banyak kepala, dan banyak pemikiran. Pengalaman yang beragam dalam kehidupan ini, akan memberikan asupan informasi dan pematangan yang berbeda dan pada ujungnya, akan membentuk karakter pada seseorang secara khas.
Seseorang yang hidup yang kultur homogen, seperti di pedesaan, dan tak pernah mau keluar rumah, dan bahkan berinteraksi hanya dengan anggota keluarga semata, akan memiliki pengalaman pematangan hidup yang berbeda, dengan sanak saudaranya yang keluar rumah, dan berinteraksi dengan ragam orang dan ragam budaya.
Proses interaksi dengan orang luar, dan lingkungan luar, terlebih lagi, dengan lingkungan yang berbeda, akan memberikan pengaruh nyata dalam pematangan pribadi, dan dirinya.
Anak harimau, yang sejak lahir di pelihara oleh kucing, dan dibesar oleh kucing, akan membentuk dirinya berkarakter kucing. Keganasannya sebagai harimau, akan melemah seiring dengan pembentukkan dan pematangan karakternya seperti seekor kucing. Demikianlah hidup.
Pematangan diri, bukan hanya disebabkan karena dirinya memiliki potensi dan kemampuan, tetapi ditunjang dengan kemampuan dirnya beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Potensi, bakat, dan kemampuan, tidak bisa dimusnahkan. Akan hadir dalam diri seseorang, tetapi pemaksimalan pemungsiannya, seiring dengan rangsangan lingkungan dalam membesarkannya.
Disaat lingkungan tidak memberikan dampak nyata terhadap potensi, bakat dan kemampuan tersebut, maka perkembangan dan pematangan diri dan pribadinya, akan mengalami hambatan, dan bahkan, bila pengaruh lingkungan lebih kuat dan lebih besar, maka bukan hal mustahil, akan menyebabkan kerusakan dan kematian, atau setidaknya kehilangan jati diri.
Kendati alam dan lingkungan lebih bersifat panggung sandiwara, namun memiliki kemampuan membatasi ruang gerak para pelaku di atas panggungnya. Seorang aktot, tidak bisa membuat lautan yang luas, manakala panggungsandiwara penampilan hidupnya sangat terbatas. Panggung sandiwara, yang mementaskan sebuah lakon, kendati bersifat fisik dan material, namun memiliki kemampuan daya-batas terhadap kebutuhan gerak seorang aktor.

0 comments:
Posting Komentar