Just another free Blogger theme

Kamis, 30 April 2026

Bila dicermati dengan seksama, atau maaf, mungkin, dengan pandangan sekilas, kenampakkan di klasemen Liga Utama Inggris dan Liga 1 Indonesia, ada kemiripan. Kemiripan. Boleh dibilang, kemiripan bukan berarti sama, dan sama hari ini, bukan berarti sama masa depannya.

Apa yang menjadi bahan perbincangan tersebut ?

Pertama, tentunya ada kesamaan dalam sisa laga. Kedua klasemen itu, khususnya bagi mereka yang ada di puncak klasemen sementara, menyisakan laga empat pertandingan lagi. Di Liga 1, sisa 4 pertandingan untuk menyelesaikan laga sebanyak 34 tanding, dan di Liga Utama Inggris menyisakan 4 pertandingan untuk 38 tanding (City 5 sisa laga). 

Kedua, posisi ke1 dan 2, di kedua klasemen itu, dihuni oleh dua klub terbaiknya hari ini. Kedua klub itu, memiliki point yang sama.  Antara klub di posisi 1 dan 2, memiliki nilai yang sama. Sekali lagi, jumlah point atau nominalnya memang berbeda, di Liga 1, jumlahnya 69, sedangkan di Liga Inggris adalah 73.  

Ketiga, kondisi ini menunjukkan persaingan di puncak klasemen sangat ketat, dan kritis. Satu kali gagal di ujung laga, akan menyebabkan tergelincir dari posisi juara. Itu adalah resiko yang nyata. Siapapun yang mengalaminya.

Klub di Liga 1, Persib atawa Borneo, bila salah satunya melakukan  kesalahan, akan tergelincir menjauh. Demikian pula, yang akan terjadi di Liga Inggris, Arsenal atawa City, akan mengalami hal serupa.

Keempat, apakah klub yang ada di posisi 3, masih memiliki peluang untuk meraih posisi puncak ? Persija di Liga 1, atau MU di Liga Inggris. Harapan itu masih ada, tetapi perjuangan yang mereka lakukan, harus lebih keras dibanding dua klub diatasnya. Walaupun, nasib MU jauh lebih kritis dibanding Persija. Karena, jika dalam satu pertandingan lagi, MU mengalami kalah atau seri, maka, sementara kedua klub diatasnya, menang, maka harapan itu, akan pupus dihadapan MU. Hal itu, akan berbeda kondisi dengan Persija.

Kelima, City dan Persib, setidaknya dalam pertandingan terakhir, mampu menunjukkan spirit come back yang luar biasa. Saat melawan Bhayangkara FC, Persib mampu tunjukkan mental juaranya, dengan mengejar ketertinggalan 2-0 di babak awal. Akhir pertandingannya, sangat luar biasa, 2-4 untuk Persib.

Lah, itu secara matematika. Perjalanan berikutnya, akan kita saksikan bersama.

Lantas apa perbedaan antara dua kondisi klasemen itu ?

Perbedaan mencolok, adalah dorongan-ruh permainan. Di liga 1, Persib memiliki DNA juara, sama dengan City yang berada di posisi 2, di liga Utama Inggris. DNA Juara ini, diharapkan akan menjadi energi kuat dan positif dalam mempengaruhi perjalanan karir kedua klub tersebut.

Di lain pihak, obsesi juara, dimiliki oleh Arsenal dan Borneo. Arsenal adalah klub spesialis runner up, bermimpi untuk mengangkat tropi. Demikian pula dengan Borneo, yang pernah menjuara Divisi Utama LIga Indonesia 2014. Setelah itu, Borneo pun sempat menjadi klub spesialis runner up, yaitu di Piala Presiden 2017, 2022, dan 2024. 

Kedua klub itu, tentu akan memiliki gairah dan ambisi kuat untuk mewujudkan mimpinya, yang sudah lama terpendam. Mengangkat tropi !! Ambisi inilah, yang bisa menggetarkan kompetitor lainnya. Persaingan antara DNA dengan ambisi, melahirkan kompetisi ini semangat nyaman untuk ditonton.

Pertanyaannya, tentu, klub manakah yang akan memiliki konsistensi mental sampai akhir kejuaraan ?

Bagaimana menurut pembaca....


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar