Ada yang mengatakan, "Juara liga sekarang ini, Persijap.."
Kenapa ?
Mereka mengatakan, "ya, itu, bila klasemen liga 1, hanya diikuti oleh dua peserta, yakni Persib dan Persijap saja." paparnya, "dengan 2 peserta itu, maka Head to Head, antara Persijap dan Persib, dimenangkan oleh Persijap..."
Tentu saja, mendengar penjelasan serupa itu, tidak perlu tersinggung, dan tidak perlu koment, berkepanjangan. Walau, dibalik dua pertemuan itu, memang banyak hal yang bisa dibincangkan oleh para pengamat bola. Namun, untuk sekedar meramaikan diskusi atau obrolan di poskamling, pandangan serupa itu, sah saja untuk diungkapkan.
Sedangkan bagi Bobotoh, kualitas tim, tidak sekedar dilihat dari dua pertandingan, atau pertemuan satu tim saja. Kualitas tim, dan keunggulan tim, harus dibaca secara keseluruhan, dalam menghadapi semua tim. Dengan kata lain, kendati dalam klasemen 2025-2026 ini, HtH Persijap dan Persib, dimenangkan Persijap, namun kumulatif point yang didapatkan Persib jauh lebih unggul dibanding dengan Persijap.
Untuk menjadi bahan pelajaran ke depan, muncul pertanyaan kritis, "mengapa Persib, mengalami kesulitan dalam menghadapi persijap?'. kalau Persib menghadapi PERSIJA (tanpa P), tampak dengan mudah bisa diatasinya. Namun, menghadapi tim promosi di tahun 2025 ini, Persib mengalami kesulitan, setidaknya dalam 2 pertemuan ini.
Ah, untuk menemukan jawaban ini, saya lebih baik pinjam komentar dari AI saja. Dengan pertanyaan yang diajukan itu, menurut komentator AI, setidaknya ada lima alasan.
Disiplin Low Block & Compact Defense: Persijap menerapkan organisasi pertahanan yang sangat rapat di sepertiga akhir lapangan. Dua bek tengah mereka, José Luis Espinosa dan Diogo Brito, sukses mematikan ruang gerak penyerang utama Persib seperti Andrew Jung.
Ketangguhan Kiper Muhammad Ardiansyah: Penjaga gawang Persijap tampil luar biasa dalam dua pertemuan. Pada laga pamungkas di GBLA, Ardiansyah melakukan banyak penyelamatan krusial, termasuk menepis tendangan jarak jauh terukur dari Adam Alis dan peluang emas jarak dekat.
Minim Kreativitas di Lini Serang: Bojan Hodak mengakui bahwa Persib sering melakukan kesalahan sirkulasi bola dan minim kreasi serangan berbahaya saat menghadapi tim yang menumpuk pemain di area penalti. Alur bola dari Thom Haye di lini tengah kerap terputus sebelum masuk ke kotak penalti.
Serangan Balik yang Mematikan: Pada kekalahan 1-2 di putaran pertama, Persijap berhasil menghukum kelengahan transisi negatif Persib lewat skema serangan balik cepat yang dimotori oleh penyerang sayap mereka seperti Rahmat Hidayat.
Beban Mental Laga Final : Pada pertemuan kedua, Persib bermain di bawah tekanan wajib meraih poin untuk mengunci gelar juara. Akibatnya, para pemain tampil agak tergesa-gesa dan kurang tenang dalam penyelesaian akhir.
Apakah kita setuju dengan komentar itu ? boleh saja. Andai tidak setuju pun, tidak apa. Hal yang terpenting, Bandung Mentality yang menjadi faktor kunci mengokohkan Persib di tangga juara pada liga kali ini, memberikan sinyal bahwa mentality kaum promosi pun, masih tangguh dan sangat kuat. Persijap, sebagai tim promosi dan pendatang baru di Liga 1, menunjukkan kualitas dan mentalitas pendatang yang sangat luar biasa, dan patut dibanggakan. Mentalitas promosi (promoted team mentality) itulah, yang kemudian mampu menunjukkan kualitasnya, dihadapan sang Juara !
Dalam posisi klasemen ke-13, Persijap tentu tidak banyak diunggulkan (underdog mentality) mampu mengimbangi Persib. Bahkan, untuk konteks pertandingan terakhir pun, Persijap sejatinya sudah cukup aman lepas dari degradasi. Karena itu, beban mental pertandingan tidaklah berat. Bagi Persijap, tidak ada peluang untuk juara, dan tidak ada peluang untuk degradasi. Namun, menghadapi Persib, dan andai mampu menjegal Persib Juara, tentu akan menjadi catatan sejarah besar bagi Persijap.
Di sinilah, mentality underdog menjadi sangat tangguh, dalam menghadapi tim besar, seperti Persib. Tersebab hal itu pula, pertandingan di laga terakhir ini, menarik untuk disaksikan, dan membuat seluruh bobotoh degdegan, karena rival di klasemen ini, sedang berada pada posisi unggul telak melawan Maluku Utara United (Malut United).
Akhirnya, kita ucapkan terima kasih ke Persijap, yang sudah memberikan pengalaman luar biasa bagi Persib, dan tentu saja, SELAMAT HATTRICK, bagi PERSIB Bandung.....sang Bandung Mentality

0 comments:
Posting Komentar