Setelah menelaah problema kritis di atas, kita akan mencoba untuk melihat perkembangan pemikiran kegeografian, khususnya mengenai hakikat kegeografian yang kita jelaskan di awal tulisan ini, dan kita tidak akan melihat perkembangan teorinya. Untuk mengakaji masalah yang terakhir ini, pembaca dapat menelaahnya tulisan Nathanael Daldjeoni mengenai “Perkembangan Filsafat geografi”. Buku tersebut, bermanfaat bagi kita untuk dijadikan pengantar dalam memahami tonggak-tonggak pemikiran kegeografian dari Herodotus sampai Hagget bahkan pemikiran kegeografi tahun 1970-an di abad 20-an sekarang ini.
Dengan tidak bermaksud untuk memotong bahasan, saat ini, kita hanyalah memfokuskan pada perkembangan akhir geografi dan tuntutan kontemporer pada disiplin ilmu geografi. Kenyataan ini, memang telah disadari sebagai salah satu kelemahan paper kita sekarang ini. Namun, hal tersebut itulah yang penulis anggap sebagai satu problema penting di saat ini, sekaligus juga problema yang penulis lebih pahami dan mampu ditampilkan pada kesempatan saat ini dibandingkan yang lainnya. Kendatipun begitu, bukan berati ketidakterbahasannya problema tersebut di atas, merupakan sabagai cacat-konsepsi, malahan penulis merasa yakin bahwa strategi ini adalah satu upaya yang strategis dalam menjawab beberapa tuntutan dan tantangan jaman hari ini. Sekaligus juga supaya menjadi bahasan yang berkelanjutan dan berkesinambungan dengan tema-tema pemikiran berikutnya.



.jpg)








.jpg)





.jpg)

















